Ros Timur Indonesia

Merawat Warisan, Menginspirasi Peradaban

Wabup Pacitan Buka Pameran Ada_Mengada#2 Bertema Labuh

Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, S.Sos., membuka Pameran Seni Rupa Ada_Mengada#2 bertema “Labuh” yang digelar Yayasan Ros Timur Indonesia di Pendopo Eks. Kawedanan Lorok, Desa Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Senin (17/8/2026) pukul 13.00 WIB. Pembukaan ditandai dengan torehan cat lukis pada kanvas di depan pintu masuk ruang pameran.

Acara diawali tarian pembuka dari penari Sanggar Seni Suka Ria, dilanjutkan laporan ketua panitia dan sambutan Wakil Bupati Pacitan. Sejumlah unsur turut hadir, antara lain Kapolsek Ngadirojo yang diwakili Yoyok, Danramil 0801/07 Ngadirojo Kapten Czi Gutarno, Kepala Desa Ngadirojo Aris Yudianto, S.Sos., Komunitas Vespa Portugis Pacitan, Komunitas Perupa Pacitan, Dewan Kesenian Pacitan, serta para pengunjung.

Gagarin mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang menjadi agenda tahunan Yayasan Ros Timur Indonesia tersebut. Ia mendorong yayasan untuk memperluas kolaborasi dan membangun komunikasi dengan perangkat daerah di Pacitan.

“Acara ini bagus sekali, semoga ke depannya Ros Timur Indonesia bisa menyuguhkan kegiatan yang lebih bagus lagi dan tidak sekedar mendompleng di kegiatan lain seperti PPHBN. Saya juga berharap agar Ros Timur Indonesia terus berkarya dan terus menjalin komunikasi yang baik dengan OPD yang ada di Kabupaten Pacitan karena kegiatan kali ini baru pembuka jalan komunikasi antara para seniman dengan pemerintah daerah,” kata Gagarin Sumrambah, S.Sos., Wakil Bupati Pacitan.

Ketua Penyelenggara Pameran, Bowo Cahyono, mengatakan puluhan perupa ambil bagian dalam Ada_Mengada#2. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati lukisan, tetapi juga beragam karya kriya yang dipamerkan dan ditawarkan kepada publik.

“Ada puluhan perupa yang turut memamerkan lukisannya dalam Pameran Seni Rupa Ada_Mengada#2 kali ini. Dan bukan hanya lukisan saja yang ada dalam pameran ini, ada banyak kriya serta karya lainnya yang siap dinikmati dan dipinang oleh para pengunjung Pameran Ada_Mengada#2 yang bertemakan “Labuh” ini,” ujar Bowo Cahyono.

Ketua Yayasan Ros Timur Indonesia, Tri Hadi Winanto, menjelaskan tema “Labuh” mengandung semangat pengabdian, perjuangan, serta momentum memulai sesuatu. Tema itu juga dimaknai sebagai ruang refleksi bagi perupa setelah menempuh perjalanan kreatif.

“Dalam bahasa Jawa, “Labuh” bisa dimaknai sebagai berbuat kebaikan, mengabdikan diri, dan berjuang. “Labuh” juga bisa dimaknai musim atau saat memulai tanam (dalam pertanian)—Bahasa Jawa “Monggo Labuh”. Makna tersebut menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan ruang perjumpaan melalui seni—sebuah ikhtiar kecil untuk terus berkarya, berbagi, dan memberi manfaat bagi sesama.
Namun labuh juga dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju tempat untuk berhenti sejenak. Seperti perahu yang berlabuh setelah menempuh perjalanan, pameran ini menjadi ruang bagi para perupa untuk sejenak berhenti, merefleksikan pengalaman, kemudian kembali melanjutkan perjalanan dengan gagasan dan harapan yang baru.
Melalui Ada_Mengada#2, kami berharap setiap karya tidak hanya hadir untuk dipandang, tetapi juga mengajak kita untuk merasakan, berpikir, dan menemukan makna.
Terima kasih kepada seluruh perupa, panitia, mitra, dan semua pihak yang telah turut Labuh dalam perjalanan ini,” kata Tri Hadi Winanto.

Selain pameran, kegiatan yang diadakan mulai tanggal 17 hingga 25 Agustus 2026 ini juga memuat program mewarnai bagi anak usia PAUD dan TK, melukis bersama untuk pelajar SD, SMP, dan SMA, serta kegiatan seni lainnya. Seorang pengunjung, Arinda Megawati, menilai pelibatan anak-anak dalam pameran dapat mendorong regenerasi seniman sejak dini.

“Kegiatan ini luar biasa, Saya lihat tadi juga ada beberapa gambar karya anak-anak TK, SD, dan SMP yang juga ikut dipajang di ruangan khusus, dengan cara seperti ini kami selaku orang tua ikut bangga dan anak kami juga menjadi lebih semgat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Pameran ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat ekosistem seni sekaligus membuka jalan kaderisasi seniman muda di Pacitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *