Ros Timur Indonesia

Merawat Warisan, Menginspirasi Peradaban

Labuh

Ika Mey Ristyani

Media: Kanvas
Ukuran: 100 × 90 cm
Harga: Rp2.000.000
Pameran: Ada_Mengada#2 — Labuh

Lukisan “Labuh” karya Ika Mey Ristyani menangkap esensi terdalam dari ritus Labuh sebagai sebuah pengalaman spiritual yang melampaui tindakan fisik. Karya ini menghadirkan dialog antara manusia dan samudra semesta, mempertemukan doa, harapan, pengorbanan, serta kepasrahan dalam bentang laut yang luas.

Di tengah ombak yang bergulung megah seperti dinding kaca berwarna hijau, sebuah perahu kayu kecil tampak berlayar dengan keteguhan. Dua figur nelayan di atas perahu tidak sekadar hadir sebagai pelaku aktivitas di laut, tetapi menjadi simbol manusia yang sedang menjaring sesuatu yang tak kasatmata: harapan, doa, dan keyakinan akan kehidupan yang lebih baik.

Cahaya matahari yang perlahan tenggelam di cakrawala memberikan suasana kontemplatif. Laut yang luas seolah menjadi ruang perjumpaan antara manusia dengan alam, sekaligus ruang untuk melepaskan segala harapan dan kepasrahan ke dalam semesta.

Melalui karya ini, Labuh tidak hanya dimaknai sebagai sebuah ritual, tetapi sebagai perjalanan batin—tentang keberanian untuk menghadapi gelombang kehidupan, tentang melepaskan sesuatu dengan penuh keyakinan, dan tentang menemukan makna dalam perjalanan.

Tentang Perupa

Ika Mey Ristyani adalah seorang pengrajin, guru, perupa, istri, dan ibu yang bahagia. Ia lahir di Pacitan pada 11 Mei 1986.

Melalui karya Labuh, Ika menghadirkan laut bukan sekadar sebagai lanskap, melainkan sebagai ruang spiritual yang menyimpan doa, harapan, dan perjalanan kehidupan manusia.

“Labuh” — sebuah perjalanan untuk melepaskan, berharap, dan menemukan makna di tengah luasnya kehidupan.

Ada_Mengada#2 — Labuh
Ros Timur Indonesia
https://rostimur.com/