Labuh di Bulan Purnama
Bowo Cahyono
Media: Acrylic on Canvas
Ukuran: 50 × 50 cm
Harga: Rp3.000.000
Pameran: Ada_Mengada#2 — Labuh
Lukisan “Labuh di Bulan Purnama” karya Bowo Cahyono menghadirkan perjalanan kehidupan manusia melalui metafora laut, perahu, dan cahaya bulan purnama. Di atas bentang samudra yang penuh gelombang, perahu-perahu menjadi simbol perjalanan—tentang keberanian untuk berlayar, menghadapi ketidakpastian, sekaligus menjaga harapan agar tetap menuju tempat tujuan.
Cahaya bulan purnama yang menerangi laut memberikan suasana yang tenang sekaligus reflektif. Di tengah samudra yang luas, perjalanan tidak selalu berlangsung dalam kondisi mudah. Ada gelombang yang harus dihadapi, ada perahu yang harus dipertahankan, dan ada saat ketika manusia harus memilih untuk terus berlayar atau menepi sejenak.
Bagi Bowo, Labuh menjadi representasi pengorbanan dan pengabdian yang dilakukan dengan penuh cinta. Perjalanan tersebut berlangsung hingga tiba pada suatu titik ketika perjuangan mulai menemukan hasilnya—seperti seorang pelaut yang akhirnya dapat menepi setelah melewati luasnya samudra dan kerasnya ombak.
Laut dalam karya ini bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang batin. Ia menjadi gambaran kehidupan yang terus bergerak: kadang tenang, kadang bergelora, namun selalu menawarkan kemungkinan untuk sampai pada tujuan.
Tentang Perupa
Bowo Cahyono lahir di Pacitan, 27 Mei 1977, dan berdomisili di Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur.
Bagi Bowo, berkesenian dan melukis merupakan bagian yang mengalir dalam kehidupannya. Ia menggambarkan proses tersebut seperti air yang terus mengalir dalam darah—sebuah perjalanan panjang yang terus berlangsung dari lahir hingga kini dan nanti.
Melalui Labuh di Bulan Purnama, Bowo mengajak kita melihat perjalanan bukan sekadar tentang mencapai tujuan, tetapi tentang pengorbanan, pengabdian, cinta, dan keteguhan untuk terus melangkah hingga tiba waktunya menuai hasil perjuangan.
“Labuh di Bulan Purnama” — ketika perjalanan panjang, gelombang kehidupan, dan cahaya harapan bertemu dalam satu ruang perenungan.
Ada_Mengada#2 — Labuh
Ros Timur Indonesia
https://rostimur.com/




