Ros Timur Indonesia

Merawat Warisan, Menginspirasi Peradaban

Merayu Tuhan — Rhizuna

“Merayu Tuhan” karya Rhizuna menghadirkan pengalaman spiritual yang intim melalui sosok manusia yang seluruh tubuhnya terselubung kain hijau. Wajah yang sengaja disembunyikan menjadi pilihan visual yang kuat: identitas personal seakan dilepaskan, menyisakan hubungan yang lebih sunyi antara manusia dan Tuhan. Di sekeliling figur, goresan tulisan dan simbol hadir seperti fragmen doa—sebuah ruang batin yang tidak sepenuhnya ditujukan untuk dilihat oleh dunia.

Dalam karya ini, tangan yang terangkat tidak diposisikan sebagai bentuk tuntutan terhadap takdir. Ia hadir sebagai gestur kepasrahan; sebuah permohonan yang disampaikan tanpa suara. Kain hijau menjadi metafora keteduhan bagi tubuh yang telah lama dihantam gelombang kehidupan, sementara wajah yang tersembunyi menegaskan bahwa dalam ruang spiritual, tidak semua hal membutuhkan pengakuan manusia. Ada doa yang cukup diketahui oleh Yang Maha Mengetahui.

Rhizuna membawa gagasan “labuh” ke wilayah yang lebih personal dan transenden. Labuh bukan sekadar berhenti setelah perjalanan panjang, melainkan menemukan tempat untuk menambatkan hati yang lelah. Dalam pengertian ini, menyerah bukan berarti kalah. Justru terdapat keberanian untuk melepaskan apa yang pernah digenggam, mengikhlaskan apa yang tidak ditakdirkan menetap, dan berhenti mengejar sesuatu yang memilih menjauh.

Melalui perpaduan pen drawing dan cat air di atas sketchbook, “Merayu Tuhan” menawarkan perenungan tentang doa, kehilangan, keikhlasan, dan kepercayaan. Karya ini mengajak penonton memasuki ruang hening: sebuah titik ketika manusia berhenti memaksakan kehendaknya sendiri dan memilih menitipkan segala sesuatu kepada Tuhan.

Pada akhirnya, “Merayu Tuhan” adalah tentang menemukan makna labuh yang sejati—menambatkan hati yang letih pada kasih sayang Tuhan, lalu percaya bahwa apa yang dititipkan kepada-Nya akan dijaga dengan cara yang mungkin tidak pernah mampu dirancang oleh manusia sendiri.

Detail Karya

  • Judul: Merayu Tuhan
  • Seniman: Rhizuna
  • Tahun: 2026
  • Media: Sketchbook on pen drawing, water colour
  • Ukuran: 80 × 120 cm
  • Harga: Rp1.500.000